Sunday, August 30, 2009

Aku cinta bangsaku Indonesia

Harapan dapat dicapai karena adanya cinta. Cinta itu dapat dibentuk. Pembentukan cinta itu melalui proses-proses panjang. Tidak ada seseorang hanya sekali melihat atau mencoba langsung cinta. Itu baru masuk katagori suka bukan cinta. Ketika kita berbicara tentang cinta, konotasinya langsung dengan lawan jenis. Benarkah?. Disatu sisi benar dan di sisi yang lainnya salah. Di tulisan ini penulis menggariskan bahwa arti cinta itu global atau istilahnya majemuk kolektif. Cinta itu pada semua makhluk ciptaan Tuhan. Tidak terkecuali cinta terhadap bangsa atau tanah air. Yang perlu digarisbawahi disini adalah bahwa cinta itu butuh pengorbanan dan pengabdian. Kita cinta pada bangsa dan tanah air kita berarti kita melindungi dan mempertahankan eksistensi negeri kita ini dalam segala ranah bidang. Memang mengungkapkan kata cinta itu sangatlah mudah. Akan tetapi implementasi konsekuensi rasa cinta itu sangatlah berat. Banyak perasaan cinta kita pada bangsa ini timbul meledak-ledak pada 17 Agustus akan tetapi itu hanyalah membekas sedikit dan akhirnya hilang entah kemana. Sekarang kita tahu kondisi negara kita yang amburadul di banyak bidang. Akan tetapi apa yang telah kita lakukan ?. Tidaklah kita melihat berjuta-juta penduduk bangsa ini berada di garis kemiskinan ?. Kalau kita cinta pada bangsa ini perbuatan konkret apakah yang sudah kita lakukan ? Sebagai generasi muda, saatnya kita berpikir apa yang seharusnya akan aku lakukan untuk bangsaku nanti?. Tidaklah kita belajar hanya untuk mencari kerja saja. Saatnya kita mengubah view itu. Bagaimana kita belajar itu untuk memintarkan masyarakat kita dan kalau bisa kita membuat lapangan kerja.

0 komentar: