Tuesday, September 01, 2009

Tuhan, ajarkan aku senyum

Senyum adalah ibadah begitulah potongan dari hadits Rasulullah. Rasulullah memerintahkan umatnya untuk selalu mengumbar senyum kepada orang lain. Senyum itu tanda cinta terhadap sesama. Akan tetapi tanpa senyum, hidup seseorang akan selalu diliputi kegelisahan dan kegundahan. Disini penulis ingin curhat kepada pembaca sekalian bahwa untuk menciptakan pribadi yang mudah senyum itu sangatlah sulit. Itu butuh pelatihan khusus dan rutin. Penulis pernah dingatkan oleh salah seorang teman akrab kalau raut muka penulis diselimuti masalah yang cukup berat yang efeknya adalah susah banget senyum. Penulis kemudian mengintropeksi diri, namun tetap saja susah. Karena hal tersebut, penulis butuh kiat-kiat dari pembaca sekalian. Penulis punya teman, ketika penulis setiap kali melihatnya, raut mukanya terlihat berseri penuh senyum biarpun katanya dia banyak tugas atau apalah. Apa yang menyebabkan ia seperti itu ?. Mungkin ia memahami hadits Nabi yang mulia itu. Bertolak belakang sama penulis, penulis terlihat murung saja dan penuh dengan masalah yang terlihat susah diselesaikan. Bukannya muka penulis seperti itu terus, pernah sih penulis senyum-senyum seperti itu didepan kaca tetapi saat bertemu dengan teman ( apalagi bertemu dengan teman yang biasa senyum itu ) muka penulis sangatlah tidak mengenakkan. Apakah efeknya membuat teman penulis tersinggung ?. Semoga tidak. Akhirnya, penulis memohon kepada Tuhan agar dibukakan hati penulis untuk bisa bergaul dengan siapapun dengan senyum karena senyum itu cinta dan cinta itu adalah fitrah.

0 komentar: