Tuesday, May 03, 2011

Ketika Trio Mu'allimin Mengubah Wajah Indonesia

Uruqul
Paska belanja buku di Gramedia, aku terbersit pikiran akan teman-teman 'canggih' ku di Mu'allimin. Mereka adalah Ahmad Prasetyadi yang biasa dipanggil Sadam (Mahasiswa Ilmu Komunikasi UI) dan Muhammad Ghufron Mustaqim yang biasa disebut Ghufron (Mahasiswa Hubungan Internasional UGM). Mereka berdua adalah kompetitor aku di Mu'allimin baik di akademik maupun di organisasi.
Ghufron


Saya bermimpi suatu saat, aku dan mereka akan menjadi public figure yang membawa wajah cerah negeri ini. Ghufron seorang orator dan organisator, saya yakin dia ke depan akan menjadi seorang politikus andal atau paling tidak jubir atau juga Presiden RI. Kalo Sadam, ku kenal sejak SD adalah seorang pemikir yang handal. Pikiran-pikiran beliau sangat kritis dan logis. Bacaan dia dulu cukup banyak. Ia disamping ilmu agamanya top, ilmu sosialnya tak kalah. Melihat diriku, aku adalah sesosok yang gampang berubah cita-cita. Namun, ketika sekarang aku sudah mantap 100% akan  berkiprah di dunia academic dengan background ilmu manajemen jebolan professor UI kedepannya, Indonesia akan terwarnai dengan pikiran-pikiran yang brilian dari seorang Uruqul. 
Sadam 

Jika ketiganya digabung, Ghufron sebagai politikus, Sadam menjadi seorang pemikir dan penulis brilian, dan aku menjadi seorang pakar manajemen dan juga author, harapan untuk mewujudkan Trio Mu'allimin akan mudah terealisasikan. Sekarang, saatnya Indonesia terwarnai dengan pikiran-pikiran alumni Mu'allimin yang futuristik dan berkemajuan. 

Saatnya, ada pengganti Buya Syafi'i Maarif dari sekolah kader Muhammadiyah untuk mengubah satu Indonesia. Merdeka ! 

0 komentar: