Monday, May 16, 2011

Retorika Aja Apalah Artinya ?


Hari demi hari kita dicekoki dengan berita buruk di banyak media massa. Mulai dari korupsi yang menyeret anggota dewan dan pejabat lainnya sampai kasus polemic PSSI yang tak kunjung usai. Masyarakat saya rasa sudah muak dengan pemberitaan seperti ini yang tak kunjung ada solusi. Kalaupun ada solusi, itupun harus dibayar dengan kocek mahal dan juga ganjaran yang ringan bagi para pelaku.

Pejabat negeri ini saya rasa punya retorika yang mumpuni namun sarat akan kepentingan. Mereka berlama-lama beradu pendapat yang seolah-olah dan berlagak ilmuwan handal. Pendapat mereka seolah-olah paling benar dan harusnya yang lainnya haruslah mengamininya. Mereka sangat susah legowo menerima pendapat dan putusan bersama. Belum hilang di pikiran kita, Megawati yang gagal  dalam Pilpres 2009 tidak rela hadir dalam undangan pelantikan Presiden SBY. Ini mengisyaratkan bangsa kita belum dewasa.

PSSI dan Kemajuan Sepakbola Nasional

Diantara Muakan Masyarakat
Sudah beberapa bulan lamanya, kita mendengar teriakan rakyat untuk merevolusi PSSI. Rakyat cenderung muak dengan kinerja Nurdin Halid selama menjabat sebagai ketua PSSI. Prestasi tak kunjung naik, masalah semakin muncul dipermukaan dengan kasus korupsi yang menimpanya. Ia pun dibui selama beberapa bulan.
Biarpun reputasi Nurdin sangat buruk dimata rakyat, dalam mukernas PSSI justru presentase dia untuk dijagokan kembali dalam bursa ketua PSSI masih sangat dominan jika dibandingkan George Toisuta dan Arifin Panigoro. Sangat aneh memang. Atau memang pejabat PSSi sudah merencanakan kebusukan bersama?

Masalah ini membuat Menpora RI gerah. Menpora Andi Malarangeng berkali-kali mengecap tindakan PSSI. Setelah beberapa saat, pemerintah menunjuk komite normalisasi dengan Agum Gumelar sebagai ketuanya. Namun, sampai saat ini belum ada hasil mengenai penyelesaian masalah PSSI ini.

Yang menurut saya aneh yaitu tetap tidak diterimanya George Toisuta dan Arifin Panigoro sebagai kandidat ketua PSSI. Lalu maunya komite ini siapa?. Nurdin Halid Lagi ?

Kalo masalah ini tak kunjung selesai, kapan aksinya ?. Kapan sepak bola kita akan naik prestasinya ?

0 komentar: