Friday, June 17, 2011

M. Nazaruddin simbol kebusukan Politisi Amatir

Hampir setiap menit bahkan detik, berita tentang mantan bendahara Partai Demokrat M. Nazaruddin ditampilkan secara esklusif dan juga berbentuk running-text. MN terindikasi melakukan korupsi pengadaan wisma atlet di Palembang, suap ke sekjend MK dan juga kasus terbaru terkait Kemendiknas. 

Sehari sebelum dicekal, MN pergi ke Singapura dengan alasan berobat. Sampai sekarang ia belum kembali ke tanah air, namun berkomunikasi dengan para petinggi Partai Demokat seperti Sutan Bhatoegana. Ia sudah tiga kali dipanggil KPK sebagai saksi kasus tesebut, namun ia selalu mangkir. Kamis kemaren (16-6-2011) adalah pemanggilan ketiga. MN berjanji akan memberikan surat keterangan dokter dari RS Singapura ke KPK tapi ia berbohong. Surat tak kunjung berada di tangan KPK.

Inilah pertanda busuknya politisi amatir. Saya sebut amatir karena ia bukanlah politisi gentle dan berani. MN tipikal politisi pengecut dan cengeng. Alasan MN kan berobat, itukan bisa dilakukan di Indonesia. Toh kalau sakit kronis mau sekarat itu baru maklum kalau berobat ke Singapura. MN juga sangat tidak menghargai KPK sebagai lembaga tinggi negara. MN seenaknya mangkir, tidak mau diperiksa. Wong statusnya sekarang masih saksi. Ada kemungkinan untuk bebas (biarpun kecil). 

Memang Singapura adalah persembunyian yang aman bagi para koruptor Indonesia. Namun, saya usul pada KPK dan tim untuk tetap konsisten mendatangkan MN untuk mengungkap kasus besar ini. Mungkin dengan tertangkapnya MN, koruptor-koruptor lain akan segera terlihat belangnya

0 komentar: