Sunday, July 31, 2011

ITB Kembali Tidak Aman


Hari ini dengan penuh semangat seusai bersepeda ria keliling Bandung saat Car Free Day ternyata menjadi interaksi terakhirku dengan sepada tercita UNITED DOMINATE X-COUNTRY. Sepeda tersebut bersamaku selama satu semester dan berakhir dengan tragis. Sepedaku diklepto ama orang yang tidak bertanggung jawab. Sepadaku tak parker di parkiran sepeda antara gedung PAU dan Sunken Court. Kisaran hilangnya pada jam 9.00-12.30 WIB.

Saya mencoba konfirmasi ke satpam namun sampai saat ini masih nihil, konfirmasi ke penjual sepeda bekas di Konsambi, Pasar Astana Anyar Tegalega dan Bencey namun tetap nihil juga sampai sekarang. Akhirnya aku harus ikhlas melepas kepergian sepedaku dengan diawali dengan hilangnya sepatuku dua hari yang lalu.
Aku hanya bisa menduga, hilangnya sepedaku selain karena lemahnya proteksi gembok (tidak di double) juga karena malamnya aku tidak tahajjud. Selain itu juga mungkin karena beberapa butir kesombongan masih ada di hatiku. Atau juga aku pernah menyakiti hati orang lain. Intinya aku tidak tahu.

Besok bulan puasa. Peristiwa ini pertanda aku harus ekstra sabar mengahadapi bencana ini. Aku harus tetap pada koridor cita-citaku untuk selalu berbuat maksimal untuk MG, Himpunan dan Asrama. Inilah cobaan awal kesabaranku. Aku harus tetap berupaya lebih baik dan segera melupakan peristiwa ini. Aku harus tidak terlalu memikirkan materi semata. Saatnya aku menunjukkan kegigihan dengan keterbatasanku saat ini.
Biarpun laptop, sepatu tiga kali dan sepeda (baru saja) pernah hilang semasa aku di Bandung ini, mudah-mudahan ini menjadikan diriki lebih sabar dan selalu berbuat lebih baik. Merdeka untuk URUQUL SELALU SABAR DAN BERUPAYA LEBIH BAIK !!!

2 komentar:

Irfan A. Darfiansyah said...

innaalillaahi...
jadi waktu kemarin kita ketemu di angkot itu, Uruqul mau ke banceuy karena kehilangan sepeda...
maaf, saya tidak peka. Moga Allah mengganti dengan yang lebih baik.

Allaahumma ajirnaa fii mushiibatanaa wakhluf lanaa khairan minhaa. aamiin

Uruqul Nadhif Dzakiy said...

syukron Kang, saya memang sengaja tidak memberitahu Kang Irfan biar g ngrepotin.

Syukron atas motivasinya