Monday, July 25, 2011

Ubah Paradigma ; Tahun 2014 Wirausaha Indonesia capai satu persen


Kalau kita Tanya anak-anak seusia SD, apa cita-cita kamu ?. Jawabnya “Jadi Dokter”, “Jadi Tentara”, “Jadi Polisi”. Tak satupun mereka menjawab “Jadi Pengusaha”.  Doktrinasi orang tua dan lingkungan itulah penyebab utamanya.

Masyarakat kita cenderung berfikir pintas. Menjadi pekerja di suatu perusahaan besar bagi para sarjana teknik adalah suatu prestasi yang luar biasa. Begitu pula dengan yang hanya tamatan SMA. Kebanyakan dari mereka mencari penghidupan dengan menjadi buruh pabrik atau jualan ala kadarnya di kota-kota besar. Mereka cukup asing dengan berwirausaha atau entrepreneurship.

Berwirausaha di Indonesia memiliki peluang positif yang luar biasa. Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia mencapai 0.24% dari total penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta. Negara idealnya memiliki 2 % dari total penduduknya. Berarti masih menyisakan 1.76 % atau 4.2 juta peluang untuk bekerja  menjadi pengusaha. Sangat spektakuler bukan. Padahal kalau kita amati, perusahaan besar seperti Slumberger, Chevron dan sejenisnya sampai hampir mengeliminasi ribuan pendaftar  disebabkan kuota yang diterima berjumlah sangat sedikit. Tes Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga demikian. Kalau dibandingkan pendapatan (gaji) seorang pekerja/PNS dengan pengusaha tentunya jauh lebih besar pengusaha. Namun apa yang membuat mereka lebih memilih menjadi pekerja ?. Sekali lagi paradigma berfikir pekerja mendominasi golongan muda. Mengubah paradigma butuh waktu yang cukup lama.

Pemerintah dan sebagian masyarakat dalam mendorong golongan muda dan penduduk Indonesia untuk berwirausaha pada umumnya cukup diacungi jempol. Program PKM-W (Pekan Kreativitas Mahasiswa –Kewirausahaan), training kewirausahaan di kampus-kampus, PNPM Mandiri, Sekolah Bisnis Gratis dan berbagai literatur dan buku tentang berwirausaha saat ini sangat marak dan booming. Ini disokong dengan media seperti televisi yang cukup antusias membincangkan dunia wirausaha ini. Tak jarang media televisi mendatangkan pengusaha senior dan muda untuk duduk bersama membincangkan kewirausahaan.

Kekonsistenan pemerintah dan sebagian masyarakat untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru di republik ini lambat laun akan membuahkan hasil. Tinggal tunggu waktu.  Satu persen pengusaha di tahun 2014 seperti yang diungkapkan Presiden pada 2 Februari 2011 akan terwujud , tentunya dengan satu catatan paradigma berfikir kita harus berubah.


* Dikirim ke sindo tapi tidak dipublish 

2 komentar:

Irfan A. Darfiansyah said...

idenya bagus. coba dikirim lagi ke pikiran rakyat (via email aja).
tapi lebih dikembangkan lagi tulisannya. dan menurut saya paragraf penutupnya lebih baik mempertanyakan apakah upaya pemerintah ini akan berhasil, ketimbang "memastikan" keberhasilannya. Karena dampak bagi pembaca akan beda.

sukses:)

Uruqul Nadhif Dzakiy said...

terima kasih banyak kang atas sarannya. Mohon doanya agar saya bisa lebih optimis dan diberikan ketulusan niat tuk selalu melakukan terbaik tanpa ada rasa putus asa.