Saturday, September 17, 2011

Aku Harus Jadi Miliader Lamongan


Sore ini aku melihat foto-foto temen lamaku di SD dulu dan juga sebagian warga masjid An-Nur yang lagi merayakan Takbiran 1432 H serta sebagian keluarga yang senyumnya lebar biarpun mereka bukanlah orang kaya. Aku dimata mereka mungkin sesosok orang pintar yang nantinya akan menjadi orang. Bagi mereka juga, aku sesosok yang cukup dibanggakan.

Melihat ekspektasi yang tinggi tersebut ternyata aku belum berbuat apa-apa untuk mereka. Aku sampai saat ini masih terseok-seok dengan manajemen diri yang kurang baik. Aku berada di tahapan kritis paska tidak memenuhi kriteria keberhasilan peserta PPSDMS. Namun, secercah harapan itu pastilah ada. Aku nggak lama ini diterima di AYCF 2011 Pakistan dan insyaAllah berangkat di akhir oktober. Namun, itu belumlah dianggap prestasi karena proses seleksinya tidaklah ketat.

Aku sekarang baru bisa bermimpi bagaimana membangun daerahku. PKM-W aku adalah langkah awal menuju harapan besar tersebut. PKM aku tentang keripik gadung aneka rasa yang jika lolos akan eksekusi di wilayah kota Bandung. Selanjutnya setelah brand cukup kuat bisnis ini  akan berekspansi ke Jawa Barat dan Jawa Timur dengan bekerjasama dengan Pak De. Tujuan PKM ini salah satunya adalah untuk membantu Pak De aku dalam berbisnis gadung.

Aku bisa mengurai cita-cita aku untuk memajukan daerahku Lamongan berikut. Aku berbeda ama Hanif Azhar seorang mahasiswa ITS yang aktif dan prestatif. Dia alumni SMADA angkatan 2008.  Aku hanya bisa melakukan pelan-pelan dan fokus. Kedepan pasca lulus ITB aku kan bekerja selama 2 tahun di entah perusahaan apa. Gaji akan kutabung untuk investasi tanah di Lamongan. Aku kan membeli tanah-tanah strategis di kawasan kota Lamongan, Made, Babat dan kawasan dekat Unisda Lamongan. Ini langkah pertama sebelum aku berwirausaha beneran.

Setelah kurang lebih dua tahun bekerja, aku akan melaju ke jenjang pernikahan. Aku akan menikahi wanita sholehah (luar dalam) asal Lamongan anak seorang kaya. Istri aku adalah lulusan salah satu dari 5 universitas terbaik Indonesia. Paska menikah, aku kan menimba ilmu di MBA UNSW Australia dengan beasiswa IDP. Istri dan anakku kan kubawa kesana.

Setelah lulus, aku kan bekerja di perusahaan swasta di Jawa Timur (menjadi pimpinan) juga menjadi Dosen Ekonomi Bisnis di Universitas Airlangga dan Universitas Brawijaya Jawa Timur. Track recordku juga tercatat di bidang dakwah Islam dengan menjadi aktivis PW Muhammadiyah Jawa Timur.

Sembari aku menjadi akademisi dan pendakwah, aku terjun langsung di dunia wirausaha. Tanah yang sudah kubeli perlahan kujadikan lahan bisnis. Aku bangun kafe, tempat kos dan juga aneka perdagangan lain yang menyerap tenaga kerja wilayah itu. Ekspansi usaha Lapangan Bulu Tangkis sampai ke kecamatan-kecamatan strategis di Lamongan. Aku menjadi dikenal masyarakat. Seiring perkembangan bisnisku, aku mengambil S3 di Harvard dengan konsentrasi Manajemen Bisnis. Sepulang aku dari Amerika Serikat, aku semakin dikenal masyarakat tak hanya Lamongan dan Jawa Timur, melainkan juga Indonesia. Penghargaan demi penghargaan aku terima sampai aku diundang Presiden ke Istana untuk menerima penghargaan Dosen Berprestasi Bidang Entrepreneurship.

Jam terbang di bidang akademisi aku kurangi dan kebanyakan waktuku fokus pada wirausaha dan dakwah. Aku berani membangun perusahaan besar dan membantu pengusaha-pengusaha mikro di Lamongan untuk meluaskan usahanya. Akupun semakin dekat dengan masyarakat begitu pula sebaliknya.

Aku pada saat itu menjadi orang terkaya di Lamongan berdasarkan survey LSI. Ketika umurku mencapai 40 tahun aku diusulkan sebagian masyarakat Lamongan untuk menjadi Bupati Lamongan. Aku dari kalangan independen dan berhasil meraup suara lebih dari 50 persen. Selama aku menjadi Bupati, aku berhasil memajukan perekonomian Lamongan melalui entrepreneurship. Ini menjadikan Lamongan menjadi kabupaten teladan Indonesia saat itu.

Kemampuanku dilirik Presiden dan aku dipinang menjadi salah satu menteri yang fokus bergerak di bidang kemanusiaan. Dipilihlah aku menjadi Menteri Sosial. Akupun semakin dikenal masyarakat Indonesia bahkan dunia karena program-program yang kuusung mendapat penghargaan positif dari dunia. Akupun menjadi  juara pertama di man of the year Indonesia. Banyak parpol yang meminangku untuk menjadi calon wakil presiden bahkan presiden RI tapi aku tolak. Dimasa tuaku aku bergerak di bidang sosial PBB dan juga berbagai organisasi sosial dan dakwah di Indonesia. Aku menjadi inspirasi banyak orang mulai dari kaum muda sampai kaum tua.

Aku menjadi bagian dari perubahan. Aku dicatat sebagai pribadi yang santun dan menjadi contoh seorang Ibu kepada anaknya. Nama Uruqul Nadhif Dzakiy semakin sering didengar karena banyak orangtua yang menamai anaknya demikian.

Ini mimpiku, gimana mimpimu ???

#mimpipaskaevaluasiPPSDMSRegIIBandung

1 komentar:

Anonymous said...

mimpi yang indah dan jelas, selamat merangkai jalan menuju kesana :)