Sunday, September 04, 2011

Jualan Gadung Berani g Lo ??


Liburan lebaran kali ini aku terinspirasi dengan usaha gadung Pak De aku. Usaha beliau dirintis belum lama kayaknya. Pasca pension dari dunia politik, beliau mencoba aneka usaha namun saying g ada kefokusan. Suatu saat aku mengunjungi beliau. Saat itu, beliau dan anaknya lagi mengiris gadung yang sudah dikuliti menjadi irisan yang kecil-kecil.
 

Aku bertanya pada beliau tentang keuntungan penjualan. Beliau bilang satu karung gadung untung 200 rb. Itu gadung yang belum diolah. Aku kemudian menyarankan beliau untuk memberikan inovasi pada penjualan gadung tersebut. Tak hanya keripik, namun mungkin lainnya. Aku juga menyarankan pemasarannya diperluas. Saranku aku kuatin saat ceramah subuh di mushola beliau.
 

Aku spontan kemudian sms temen biologi Teguh namanya. Aku ajak dia menjadi bagian timku dalam PKM di bidang kewirausahaan dengan mengambil tema pemanfaatan gadung. Aku cari seorang lagi temenku. Aku pilih Rosie anak Matematika seangkatan ama aku. Full deh akhirnya timku. Aku tinggal menyiapkan pengajuan proposal PKM yang paling lambat dikumpulin tanggal 26 bulan ini.
 

Dalam bayanganku kedepan, usaha kripik gadung ini sangat menggiurkan jika aku telateni di Bandung. Aku bisa mendistribusikan kripik gadung ini ke aneka warung di Bandung juga ke mahasiswa-mahasiswa ITB. Tinggal eksekusi kataku.
 

Seorang wirausaha haruslah bermodalkan nekat dan pantang malu. Ia harus selalu merealisasikan targetnya sedikit demi sedikit namun pasti. Dalam benak pikirannya harus ditancapkan semangat menggelora seorang wirausaha.
 

Tadi malem aku terinspirasi ama temen SDku. Dia bekerja di perusahaaan swasta di Gresik. Perjalanan kerjanya dimulai disana dengan posisi seorang OB (cleaning). Saat itu, ia pernah diejek temennya karena pekerjaannya ini. Ia pun marah naming diungkapin. Berkat ketekunan dan dedikasi yang tinggi untuk keluarga, ia pun naik tingkat di posisi painting (pengecat). Selanjutnya perlahan tapi pasti ia pun mencapai posisi setahap lagi menjadi tukang. Gaji dia sekarang setara dengan pekerja lama. Gaji dia pernah dinaikin sampe empat kali lipat, padahal pekerja lainnya cuman dua kali lipat. Disana, ia paling muda. Umur dia baru 20 tahun sementara rekan-rekannya paling  muda 27 tahun. Fantastis bagi seorang lulusan SMK seperti dia.
 

Saat bercerita ada beberapa hal yang bisa diambil pelajaran. Pertama, bekerja jangan mikir gaji dan teruslah telaten dan kerja keras. Kedua, biar semangat lihatlah orang-orang disekelilingmu (keluarga dsb). Ketiga, lakukanlah pendekatan pada Tuhanmu dengan melakukan amalan-amalan sunnah. Keempat, hindari kecurangan dalam bekerja (korupsi, suap, malas-malasan, dsb).  Kelima, jangan mudah tergoda dengan dunia (cewekan terus, begadang g jelas, dsb). Keenam, ciptakan mimpi yang tinggi dan berusahalah untuk mencapai itu.
 

“Kamu sekarang adalah cerminan kamu masa depan, teruslah berkarya dan jangan tanggung-tanggung mengerjakannya. Lakukanlah secara totalitas dan ikhlas.”, (Uruqul Nadhif Dzakiy)

0 komentar: