Thursday, December 31, 2015

Kedai AKS

Saat ngopi di warung seberang jalan depan rumah, saya kebayang sebuah ide untuk membuat suatu tempat dimana di dalamnya dipajang aneka peninggalan AKS. AKS kepanjangan dari "Ayo Ke S _ _ _" yang merupakan suatu kelompok pecinta jalan-jalan. Kelompok ini pertama kali dibentuk di Desember 2013 yang ditandai dengan pendakian ke Gunung Semeru. Saya termasuk anggota dari kelompok ini bersama teman-teman lain yang mayoritas dari ITB. Adapun ketuanya adalah Guntur Gunawan alias Ugun yang sekarang sedang studi di Kanazawa Jepang.

Kelompok ini cukup aktif jalan-jalan baik di dalam maupun luar negeri. Adapun objeknya random mencakup gunung, laut, situ, kota, dan sebagainya, asalkan memenuhi unsur 'penyegaran fikiran'. Dalam setahun pertama, frekuensi jalan-jalan hampir setiap dua minggu sekali dan mayoritas adalah mendaki gunung. Saya seringkali skip karena masih berjibaku dengan Tugas Akhir. Di tahun kedua, instensitas jalan-jalan menurun pasca ditinggal Ugun ke Jepang. Kala itu koordinator lapangan  random bergantung pada objek mana yang dituju. Di tahun pertama rombongan dapat dikatagorikan rombongan besar, namun di tahun kedua menjadi rombongan kecil. Seingat saya di tahun kedua, saya baru ikut sekali jalan-jalan bersama Abul dan rombongan PT DI di Gunung Pangrango. Sisanya saya banyak tidak ikut.

Kedai AKS

Selain untuk menyegarkan fikiran atas berbagai pekerjaan harian, jalan-jalan AKS perlu didokumentasikan dengan baik. Dokumentasi ini harus disatukan dalam satu lokasi yang didalamnya para anggota bisa bernostalgia. Saya kebayang suatu kedai. Kedai ini selain menjadi tempat ngopi, juga menjadi lokasi dokumentasi hasil perjalanan anak-anak AKS. Disana ada foto, gambar digital dari layar monitor, video perjalanan di sebuah TV LED, tulisan anak-anak AKS dalam sebuah buku, berbagai aneka cindera mata, sertifikat, kostum, dan sebagainya. Saya ingin menamai kedai ini "Kedai AKS".

Kedai ini berfungsi dalam dua hal ; kafe dan basecamp AKS. Kafe jelas sifatnya komersial dimana sahamnya dipegang oleh anak-anak AKS. Karena kafe maka tempat ini dibuka untuk umum. Keistimewaan kedai ini adalah corak, khususnya nuansa traveling. Saat orang menjajakan kaki ke kedai ini, Ia akan dibawa menelusuri suasana gunung, pantai, dan alam luas lainnya. Sehingga saat ngopi, Ia seperti berada di sebuah tenda bersama teman-teman yang saling bercengkerama. Selain itu, di kedai ini disajikan aneka buku tentang traveling seperi NatGeo, dan sebagainya. Adapun tiap sebulan sekali di kedai ini diadakan ajang sharing anggota AKS ke publik. Di sini para AKSers akan berbagi pengalaman perjalanan dengan para trevelers pemula.

Fungsi kedua kedai ini adalah sebagai basecamp anak-anak AKS. Saat ini, jika direncanakan jalan-jalan ke objek tertentu masalah yang sulit namun kerap terjadi adalah sulitnya koordinasi. Dengan hadirnya basecamp diharapkan masalah miskomunikasi dan miskoordinasi tidak terjadi. Saya yakin suatu saat anak-anak AKS akan sangat sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Mungkin ada yang menjadi direktur suatu perusahaan, dosen, pengusaha, teknokrat, dan sebagainya yang jelas akan menyita waktu. Sesibuk apapun pekerjaan, sebagai manusia normal pasti butuh refreshing. Nah, di kedai ini harapannya menjadi lokasi eksis kelompok yang bernama AKS. Eksistensi ini dibutuhkan mengingat usia AKS bisa dibilang lumayan tua, 2 tahun. Jarang-jarang ada kelompok jalan-jalan bertahan selama ini. Saya yakin anak-anak AKS (biarpun sekarang ada yang belum lagi ikut jalan-jalan pasca 2014) menginginkan kelompok AKS bertahan sampai beberapa puluh tahun lagi.

Hubungan Sosial

Biasanya jika suatu kelompok yang eksis sekian puluh tahun, para anggota kelompok akan berfikir lebih luas lagi. Mereka tak hanya melulu berfikir bagaimana bisa jalan-jalan ke lokasi-lokasi eksotik dalam atau luar negeri, melainkan akan berfikir bagaimana mereka melalui kesenangan ber-traveling mampu memberikan manfaat untuk orang lain. Saya yakin melalui kedai ini, niatan mulia tersebut dapat diakomodasi. Selain melalui kegiatan sharing dengan para travelers pemula, keuntungan kedai ini bisa diberikan sebagiannya ke orang-orang yang membutuhkan seperti anak jalanan. Melalui cara inilah saya rasa hidup akan lebih bermakna.

Secara keinginan, saya berharap turut serta mewujudkan kedai ini. Saya tidak tahu kapan. Namun setidaknya ide untuk mendokumentasikan perjalanan itu ada. Saya yakin hanya melalui dokumentasilah kita dapat memberikan sumber belajar bagi orang lain dan itu salah satu wujud kebermanfaatan kita buat mereka.

3 komentar:

ana nuranita said...
This comment has been removed by the author.
ana nuranita said...
This comment has been removed by the author.
ana nuranita said...

Kedai AKS. Great idea sob, ayook kita rancang dari sekarang.