Friday, January 05, 2018

Jalan-Jalan ke Malang

Tak hanya Malang sebenarnya kota wisata tapi juga Batu, bahkan di kota tersebut objek wisata utama yang kami kunjungi. Bermula dari malam kemarin (3/1), sekitar jam 23, kami (saya, adik, kakak dan suami kakak) menuju ke Alon-Alon Batu dari penginapan di suatu Guest House di kawasan Soekarno Hatta kota Malang. Di sana, kami menikmati kuliner khas. Saya cicipi ketan susu durian dan wedang legenda. Konon kedai yang menjual ini sangat terkenal dan sudah dikenal sejak 1960an. Namanya Ketan Legenda, tolong dicatat kalo sedang di Batu !
Ketan dan wedang legenda
Pecel Kawi
Esok harinya kami menuju kawasan jalan Kawi untuk menikmati pecel Kawi yang juga legenda. Pecelnya cukup manis tapi kombinasi di menunya pas, apalagi ditambah dengan bergedel tempe. Minuman dengan teh manis hangat sudah pas, rasanya serupa dengan teh di Jogja. Setelah perut keisi langsung menuju Jatim Park 2 di kota Batu. Ternyata Jatim Park di Batu ada tiga, Jatim Park 3 paling baru - belum sepenuhnya jadi tapi sudah dibuka ke publik. Jatim Park 2 lebih pas disebut wahana binatang di mana selain di sana ada museum satwa juga ada kebun binatang (Batu Secret Zoo).
Berfoto dengan burung
Setelah tiket kebeli, saya jalan-jalan ama adik sementara kakak sama suaminya. Kesan pertama pas masuk museum satwa, kami terlalu tua untuk berkunjung ke tempat ini. Wahana ini rasanya cocok buat anak-anak untuk edukasi (lalu saya bayangin anterin anak sendiri ke sana sama istri yang entah siapa). Anda pasti bisa membayangkan di museum satwa koleksinya apa saja, saya kasi spoiler : mamalia, reptil, ikan, burung berbagai jenis dan negara. Satu fosil yang cukup berkesan (setidaknya yang saya jadikan tulisan di sini) adalah fosil paus. Itu diletakin di katagori ikan, "Masak burung?". Selebihnya menurut saya biasa saja.

Setelah menunggu kakak yang tak juga keluar dari museum karena berduaan foto-foto, aku ama adik menuju Batu Secret Zoo. Di sini ternyata lebih menarik karena hewannya hidup. Koleksinya lumayan untuk sekelas mini kebon binatang. Tapi tetap paling pas untuk berkunjung ke sini anak-anak dengan didampingi ortunya. Setidaknya ada tiga hewan yang paling saya ingat : monyet mini yang katanya terkecil di dunia, burung kakaktua (nampaknya sih itu) yang sama mereka kami foto, dan jerapah (adik sempat kasi makan sang jerapah 9 tahun). Di spot harimau merah dan putih kami sempat lihat mereka dikasi makan ama pengunjung dan juga di spot kudanil.
wefie di bagian depan Jatim Park 2
Ada yang menarik saat perjalanan di kawasan zoo ini ini adalah bertemunya saya dengan The Last Mohicans zaman now. Pas lagi istirahat minum, ada pertunjukan dari orang Bolivia (kata mbak yang jual marchandise) dengan lagu khas daerah mereka. Saat memberikan lagu the last of the mohicans tertuju memori saya ke tesis. Judul lagu tersebut rencananya akan menjadi judul tesis saya dulu tapi akhirnya tidak jadi. Selanjutnya kami lanjutkan perjalanan sampai tiba di pintu exit kami ke toilet lalu mushola.
Tahu campur Pak De Bola
Kala itu hujan turun tapi tidak nampak deras. Kami menunggu kakak yang masi di dalam wahana. Setelah ketemu mereka tak lama kami lakukan foto di depan tempat wisata dan pulang. Kami tidak langsung pulang tapi ke Pak De Bola yang jualan Tahu Campur di jalan kaliurang. Kami menyantap semangkuk tahu campur rasa bayar alias gratis, mantab bener. Selanjutnya kami menuju pasar lawang untuk oleh-oleh dan pulang ke Lamongan. Di jalan, masi di Malang, kami nyantap durian. Tadi di Lawang juga beli durian disamping apel dan alpukat. Kakak beli ubi (entah cilembu atau jenis lain, warnanya coklat cerah) dan juga petai.
Suasana Pasar Lawang
Mungkin karena mabok durian, di rest area kebomas kami rehat sejenak sekitar sejam kemudian langsung cau ke Lamongan. Lumayan, kali ini kami bisa liburan bareng di posisi kakak sedang hamil empat bulan. Sebenarnya saya ama adik pengen ke pantai Selatan Malang (pantai tiga warna bagus !) tapi kakak lebih suka ke Batu mungkin karena lebih deket. Nggak bagus berdebat dengan Ibu hamil nanti kualat, hehe.


0 komentar: